Petani Tambak Lamongan Mengeluh, Panen Ikan Anjlok Parah Tahun Ini
GLAGAH, iNewsLamongan.id - Nasib petani tambak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kian terpuruk. Setelah terdampak banjir berkepanjangan, mereka kini harus menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi yang berimbas langsung pada merosotnya hasil panen ikan.
Kondisi ini membuat para petani hanya bisa pasrah. Saat menguras tambak, hasil yang didapat jauh dari harapan. Ikan yang dipanen berukuran kecil dan pertumbuhannya tidak optimal.
Salah satu petani tambak DI kecamatan Glagah, Nur Qomariyah, mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Ia menyebut, minimnya pasokan pupuk menjadi faktor utama terhambatnya pertumbuhan ikan di tambaknya.
Menurut para petani, distribusi pupuk bersubsidi saat ini lebih diprioritaskan untuk sektor pertanian tanaman pangan seperti padi. Akibatnya, kebutuhan pupuk untuk sektor perikanan kerap terabaikan.
Padahal, pupuk memiliki peran penting dalam menunjang kesuburan air tambak yang berdampak langsung pada pertumbuhan ikan. Tanpa pemupukan yang cukup, siklus budidaya tidak berjalan optimal dan hasil panen pun menurun drastis.
Situasi ini semakin diperparah oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Lamongan. Banjir yang merendam tambak selama hampir empat bulan membuat siklus budidaya terganggu total.
Para petani memperkirakan kerugian yang dialami mencapai 80 hingga 90 persen. Bahkan, sebagian besar mengaku hampir tidak mendapatkan keuntungan dari panen tahun ini.
“Kami tidak minta gratis, yang penting pupuknya tersedia. Kami siap membeli asalkan ada,” ujar Nur Qomariyah pada wartawan Jum'at (10/4/2026).
Kini, para petani tambak berharap pemerintah segera turun tangan untuk menambah kuota pupuk bersubsidi bagi sektor perikanan. Mereka menilai langkah tersebut penting agar usaha tambak di Lamongan bisa kembali bangkit.
Editor : Abdul Wakhid