Menjelang Ramadhan 2026, TPU di Lamongan Ramai Peziarah dari Pagi hingga Sore
Dalam tradisi ziarah kubur, doa menjadi inti utama. Islam mengajarkan doa-doa sederhana namun sarat makna, yang bersumber dari hadits sahih dan dapat diamalkan oleh para peziarah.

Berikut beberapa doa pendek yang dianjurkan:
1. Doa salam kepada ahli kubur
Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut saat ziarah:
"Assalāmu‘alaikum ahlad diyāri minal mu’minīna wal muslimīn, wa innā insyāallāhu bikum lāhiqūn."
Artinya: Semoga keselamatan tercurah atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukmin dan muslim. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.
(HR. Muslim)
2. Doa memohon ampun untuk ahli kubur
"Allāhumma’ghfir lahum warhamhum."
Artinya: Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.
3. Doa memohon keselamatan bagi yang hidup dan mati
"Allāhumma lā tahrimnā ajrahum wa lā taftinnā ba’dahum."
Artinya: Ya Allah, jangan Engkau halangi kami dari pahala mereka dan jangan Engkau beri kami cobaan setelah mereka.
(HR. Ahmad)
Doa-doa ini singkat, mudah dihafal, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW tanpa harus membaca bacaan yang tidak memiliki dasar.
Tradisi Lokal yang Sarat Makna
Di Lamongan, ziarah kubur menjelang Ramadhan sering dilakukan secara berkelompok, baik bersama keluarga maupun warga satu kampung. Setelah berziarah, sebagian warga melanjutkan dengan tahlilan sederhana atau makan bersama sebagai wujud kebersamaan.
Bagi warga Lamongan, ziarah kubur bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan cara mempersiapkan diri secara batin. Dengan mengingat kematian, manusia diharapkan lebih rendah hati, mudah memaafkan, dan siap menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tradisi ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Editor : Abdul Wakhid