get app
inews
Aa Text
Read Next : Duka Mendalam, Jenazah Praka Marinir Korban Longsor Cisarua Tiba di Sugio Lamongan

Putra Daerah Lamongan Jadi Korban Longsor Latihan Marinir TNI AL di Cisarua

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:23 WIB
header img
Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. (Foto: Istimewa)

LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Seorang prajurit Marinir TNI Angkatan Laut asal Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, saat puluhan personel Marinir TNI AL tengah mengikuti latihan tempur di kawasan lereng perbukitan. Hingga Rabu (28/1/2026), tercatat empat personel ditemukan meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, membenarkan adanya korban asal Lamongan dalam musibah tersebut. Ia menyampaikan duka cita mendalam serta memastikan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung.

“Iya benar, ada korban asal Lamongan. Kami Kodim 0812 turut berduka cita. Saat ini pencarian masih dilakukan dan kami menunggu rilis resmi dari pihak TNI serta tim DVI,” ujar Letkol Inf Deni, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan informasi sementara, tanah longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Cisarua dalam waktu cukup lama. Curah hujan tinggi menyebabkan struktur tanah di lereng bukit menjadi labil hingga akhirnya runtuh dan menimbun area latihan.

Sebelum kejadian, para personel Marinir dibagi ke dalam dua kelompok dan masing-masing telah menerima titik koordinat latihan. Mereka berangkat menuju lokasi pada Jumat malam dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, longsor besar terjadi secara tiba-tiba. Sejak saat itu, komunikasi dengan para personel terputus dan upaya pencarian langsung dilakukan.

“Para prajurit yang gugur adalah putra terbaik bangsa. Kami meyakini almarhum wafat dalam tugas dan insyaallah syahid,” pungkas Dandim.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan penuh kehati-hatian karena kondisi medan yang berat serta potensi longsor susulan. Doa dan dukungan terus mengalir agar seluruh korban segera ditemukan.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut