Tempati Posisi Bek Tengah, Hendro Siswanto Raih Penghargaan Player Of The Match
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Gelandang Persela Lamongan, Hendro Siswanto, kembali membuktikan kualitasnya sebagai pemain yang bisa dimainkan di beberapa posisi. Meski harus bermain di luar posisi aslinya, Hendro tampil solid dan menjadi solusi atas krisis lini belakang Laskar Joko Tingkir. Hendropun dinobatkan sebagai Palyer Of The Match di laga kontra Barito Putra.
Situasi darurat itu terjadi saat Persela menjamu Persiba Balikpapan pada pekan ke-14 Championship. Bek tengah Persela, Yoga Wahyu, diganjar kartu merah pada menit ke-32. Persoalan muncul karena Persela tak lagi memiliki stok bek tengah murni di bangku cadangan.
Pelatih Persela, Bima Sakti, kemudian mengambil keputusan cepat dengan menggeser Hendro ke jantung pertahanan untuk berduet dengan Daniel Goncalves. Keputusan tersebut terbukti tepat.
Meski berstatus sebagai bek dadakan, Hendro tampil tenang, disiplin, serta piawai membaca alur serangan lawan. Pengalaman pemain berusia 35 tahun itu membuat lini belakang Persela tetap kokoh hingga laga berakhir dengan kemenangan tipis 1-0.
Chemistry Hendro dan Daniel di sektor pertahanan pun menuai apresiasi. Keduanya masuk dalam daftar 11 pemain terbaik pekan ke-14 Championship.
Performa impresif Hendro berlanjut pada laga berikutnya saat Persela menghadapi Barito Putera. Kembali dipercaya mengawal lini belakang, Hendro tampil konsisten dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol.
“Alhamdulillah. Itu semua berkat kerja keras seluruh pemain. Saya hanya menjalankan tanggung jawab sesuai arahan pelatih, meski bermain di posisi baru sebagai stopper,” ujar Hendro, Senin (12/1/2026).
Menurut Hendro, bermain sebagai bek tengah bukan hal yang sepenuhnya baru baginya. Ia mengaku kerap dipercaya mengisi posisi tersebut dalam situasi darurat di klub-klub sebelumnya.
“Kalau stopper biasanya memang dadakan. Kalau ada pemain kena kartu merah, saya sering dipasang di posisi itu,” tuturnya.
Hendro juga menilai adaptasi dari gelandang bertahan ke bek tengah bukan perkara sulit.
“Nggak terlalu susah, karena posisi gelandang bertahan nggak jauh dari stopper. Saya juga sudah terbiasa main di beberapa posisi,” tegasnya.
Hendro Siswanto lahir di Tuban, Jawa Timur, dan dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan berpengalaman di sepak bola nasional. Sebelum bergabung dengan Persela Lamongan, Hendro sempat memperkuat sejumlah klub besar Indonesia. Kemampuannya bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang bertahan, bek kanan, hingga bek tengah, menjadikannya pemain penting dalam skema tim.
Editor : Abdul Wakhid