get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemenag Lamongan Dirikan Posko Masjid Ramah Pemudik untuk Kelancaran Mudik 2025

Ini Dampak Sanksi Berat Komdis PSSI Pada Persela di Musim Depan

Jum'at, 21 Maret 2025 | 20:22 WIB
header img
Skuad Persela saat menghadapi Persijap Jepara. Foto: iNewsLamongan.id/dok.Persela

LAMONGAN,iNewsLamongan.id - Persela Lamongan menghadapi tantangan besar di Liga 2 musim depan setelah dijatuhi sanksi larangan menghadirkan suporter dalam seluruh laga kandang. Keputusan ini tidak hanya mengubah atmosfer pertandingan di Stadion Surajaya, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap moral pemain dan kondisi finansial klub.

Selama ini, dukungan dari suporter yang menjadi pemain ke-12 bagi Laskar Joko Tingkir dipastikan absen sepanjang satu musim penuh. Atmosfer bergemuruh yang biasanya menjadi pemicu semangat pemain tidak akan terasa, menciptakan kekosongan yang berpotensi mengurangi motivasi para pemain di lapangan.

"Tanpa suporter selama satu musim, harapan saya Persela tetap kompetitif. Tetap bisa bersaing," kata Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal, Jumat (21/3/2025).

Namun, tantangan terbesar bukan hanya dari sisi moral pemain. Dampak finansial akibat absennya suporter juga menjadi pukulan telak bagi klub. Tanpa pemasukan dari penjualan tiket laga kandang, Persela diperkirakan kehilangan sumber pendapatan penting yang biasanya digunakan untuk operasional tim, termasuk pembayaran gaji pemain dan staf.

Menghadapi situasi ini, manajemen klub perlu mencari solusi kreatif, seperti menggandeng lebih banyak sponsor atau mengembangkan strategi pemasaran baru, agar stabilitas keuangan tim tetap terjaga sepanjang musim.

"(Tanpa penonton) sedikit banyak pasti mengurangi pemasukan tim. Tapi situasi ini harus kita hadapi bersama, mencari solusi terbaik. Harapan saya tentunya Persela tetap bisa bersaing," tambah Fariz.

Meskipun tantangan ini begitu besar, Persela Lamongan tetap bertekad tampil maksimal di Liga 2 musim depan. Bagaimana mereka mengatasi kondisi sulit ini masih menjadi tanda tanya besar, namun semangat untuk tetap kompetitif terus dijaga.

Editor : Abdul Wakhid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut