Calon Manajer KDKMP Disebut Mundur karena Penempatan, Ini Penjelasan Wamenkop
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan tidak ada polemik dalam proses penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, informasi mengenai banyaknya calon manajer yang mundur karena persoalan domisili muncul akibat misinformasi.
Pernyataan itu disampaikan Farida seusai menghadiri pelantikan DPD KNPI Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026).
Farida menjelaskan, sejak awal para calon manajer telah mengetahui ketentuan dalam proses rekrutmen, termasuk kesiapan untuk ditempatkan di wilayah mana pun di Indonesia.
"Di perjanjian awal justru calon manajer ini siap ditempatkan di mana pun dari Sabang sampai Merauke. Itu yang tidak pernah diperbesar di media informasi. Enggak ada polemik. Yang sering kali terjadi di media adalah misinformasi," ujar Farida.
Menurutnya, rekrutmen manajer KDKMP dilakukan secara nasional. Proses seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan tes kesehatan dengan standar nasional di bawah koordinasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sistem tersebut, kata Farida, bertujuan mendapatkan sumber daya manusia terbaik tanpa membatasi asal daerah peserta.
"Rekrutmennya bukan hanya kedaerahan. Bukan berarti di Lamongan butuh 300 lalu dipilih 300 terbaik Lamongan, bukan. Tapi dipilih SDM dengan kualitas terbaik nasional," jelasnya.
Konsekuensi dari sistem tersebut, lanjut Farida, terdapat peserta yang dinyatakan lolos dari berbagai daerah, termasuk Jawa dan DKI Jakarta, sehingga distribusi penempatan tidak selalu sesuai dengan daerah asal peserta.
Meski demikian, Kementerian Koperasi tetap berupaya menempatkan manajer yang lolos sedekat mungkin dengan daerah asalnya. Penempatan ke wilayah lain dilakukan apabila kebutuhan atau kuota di daerah asal telah terpenuhi.
Sementara terkait calon manajer yang memilih mengundurkan diri karena persoalan penempatan, Farida mengatakan Kementerian Koperasi masih mencari solusi terbaik.
"Kalau memang mereka yang seharusnya siap ditempatkan di mana pun tapi mengundurkan diri dan terkendala hal tersebut, kita sedang mencari solusinya. Yang pasti sudah diupayakan hal yang terbaik. Doakan bagi kami agar bisa melakukan yang terbaik untuk masyarakat," pungkasnya.
Editor: Abdul Wakhid