Atasi Keluhan Warga, SPPG Sumberejo Lamongan Terapkan Teknologi Total Filter Solution
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberejo, Kabupaten Lamongan, kembali beroperasi setelah melakukan sejumlah perbaikan menyusul keluhan warga. Salah satu pembenahan dilakukan pada sistem pengelolaan air limbah dengan menerapkan teknologi Total Filter Solution.
Perbaikan tersebut membuat pengelolaan limbah di SPPG Sumberejo tidak hanya mengandalkan proses biologis menggunakan bakteri, tetapi dilengkapi rangkaian filtrasi untuk menyaring padatan, minyak, lemak, hingga partikel yang masih terbawa air.
Kepala SPPG Sumberejo, Asrul Satria Pratama, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan akademisi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut membuat hasil pengolahan air limbah menjadi lebih jernih dan tidak berbau.
“Inovasi ini hasil kolaborasi kami dengan akademisi dari perguruan tinggi negeri di jawa tinur. Setelah diaplikasikan pada Ipal SPPG kami outputnya lebih maksimal," ujar Asrul.
Ia menjelaskan, sistem sebelumnya menggunakan bakteri pengurai. Namun, ketika debit air meningkat pada waktu tertentu, bakteri yang berada dalam sistem pengolahan berpotensi ikut terbawa keluar sehingga proses penguraian tidak optimal.
Karena itu, SPPG Sumberejo menambahkan beberapa tahapan penyaringan. Air limbah terlebih dahulu dipisahkan dari sampah padat, kemudian melewati screen stainless dan filter pada bak kontrol.
Selanjutnya, air masuk ke grease trap berkapasitas 1.500 liter untuk membantu memisahkan minyak, lemak dan kotoran. Air kemudian dialirkan secara bertahap melalui empat tong filtrasi dengan sejumlah media penyaring, di antaranya coco fiber dan pasir silika.
Setelah itu, air ditampung dalam profil tank berkapasitas 1.200 liter sebelum dipompa menuju dua tabung filter berbahan Fiber Reinforced Plastic (FRP) untuk penyaringan lanjutan.
Asrul mengatakan, pihaknya juga berencana menambahkan akuarium sebagai indikator biologis sederhana untuk memantau kondisi air hasil pengolahan.
“Kedepan akan kami lengkapi dengan akuarium sebagai infikator untuk memantau air hasil pengolahan secara sederhana," katanya.
Menurut Asrul, penyempurnaan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya SPPG menjawab keluhan warga sekaligus memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara lebih optimal. Hasil pengolahan air limbah tersebut juga telah diperkuat dengan pengujian dari Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta I.
Sementara itu, perwakilan Paguyuban Perumahan Insani Regency, Duta Minanda, mengapresiasi langkah SPPG Sumberejo dalam merespons keluhan masyarakat.
Duta mengatakan, keluhan warga sebelumnya lebih banyak berkaitan dengan suara blower. Pihak SPPG kemudian melakukan relokasi sehingga suara tersebut dapat diminimalisasi.
Terkait air limbah, menurutnya, warga sejak awal tidak terlalu mempermasalahkannya karena saluran air di dekat gerbang perumahan tidak menimbulkan bau.
Dengan berbagai perbaikan yang telah dilakukan, warga Perumahan Insani Regency kembali mendukung operasional SPPG Sumberejo untuk menyediakan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator SPPG Kecamatan Lamongan, Agustina Nurul Herdian, membenarkan SPPG Sumberejo telah kembali beroperasi sejak 24 September 2026 setelah dilakukan perbaikan dan mediasi dengan warga.
Kembalinya operasional SPPG juga dirasakan penerima manfaat. PIC SMK Thoriqul Ulum Lamongan, Nenes Diah, mengatakan para siswa kembali menerima MBG sejak Kamis (24/9).
Editor: Abdul Wakhid