Dari Akademi ke Tim Utama, Dua Pemain Asli Lamongan Wujudkan Mimpi Bela Persela
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Komitmen Persela Lamongan membangun tim dari pembinaan usia muda mulai membuahkan hasil. Menjelang bergulirnya Championship 2026/2027, Laskar Joko Tingkir resmi mengangkat dua pemain asli Lamongan dari Akademi Persela ke tim senior.
Kedua pemain tersebut adalah Fajar Az-zahir (19), asal Desa Gondang, Kecamatan Sugio, dan Muhammad Shobrian Widyansyah (20), asal Desa Wangunrejo, Kecamatan Turi. Keduanya berhasil menembus skuad utama setelah melalui proses pembinaan berjenjang sejak akademi hingga Elite Pro Academy (EPA) Championship 2025/2026.
Performa konsisten selama membela Persela di EPA membuat Fajar dan Shobri, bersama empat pemain lainnya, mendapat kesempatan mengikuti trial bersama tim senior sejak 27 Juli 2026. Mereka diproyeksikan mengisi kuota pemain U-21 dalam skuad Persela.
Pelatih kepala Persela, Bima Sakti, menegaskan keputusan mempromosikan kedua pemain bukan berdasarkan penilaian singkat, melainkan hasil pemantauan sejak mereka berada di akademi.
"Saya melihat dua pemain ini perjalanan kariernya memang sesuai tahapan. Mereka berkembang mulai dari Akademi Persela, kemudian di EPA. Kami juga melakukan analisa terhadap penampilan mereka di EPA dan berkomunikasi dengan pelatih akademi. Dari situ terlihat performa mereka memang baik," kata Bima Sakti, Rabu (5/8/2026).
Setelah menjalani latihan bersama tim senior, termasuk mengikuti internal game, Fajar dan Shobri dinilai memiliki potensi berkembang sehingga layak mendapat kontrak profesional.
"Karena itu kami memberi kesempatan kepada Sobrian dan Fajar untuk bergabung di tim senior Persela. Setelah beberapa hari berlatih bersama kami, termasuk saat internal game, mereka menunjukkan potensi yang sangat besar untuk berkembang," ujarnya.
Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu, modal terbesar kedua pemain muda tersebut adalah kesiapan mental saat berada di lingkungan tim senior.
"Yang paling utama adalah mental. Mental kedua pemain ini sudah bagus. Mereka bisa berkolaborasi dengan pemain-pemain senior di Persela, bahkan dengan pemain asing juga bisa berbaur dan berinteraksi dengan baik. Saat latihan maupun di luar lapangan, komunikasi mereka sangat baik," katanya.
Meski demikian, Bima menilai kemampuan teknis keduanya masih perlu terus diasah agar mampu bersaing di kompetisi profesional.
"Secara teknis saya pikir mereka tinggal diberikan kesempatan dan kepercayaan. Peluang mereka cukup besar untuk bisa bermain di kompetisi musim ini," ucapnya.
Ia juga mengingatkan Fajar dan Shobri agar tetap rendah hati, disiplin, serta memanfaatkan kehadiran pemain senior sebagai tempat belajar.
"Yang penting mereka jangan puas diri, jangan tinggi hati. Tetap disiplin, tetap konsisten menjaga kebugaran, dan terus belajar karena ini kesempatan yang sangat baik buat mereka," tegasnya.
Bima turut meminta keduanya meneladani pemain senior asal Lamongan seperti Dendy Sulistyawan, Boski, dan Afani agar terus berkembang sekaligus menjaga kebanggaan membela klub daerahnya.
Editor : Abdul Wakhid