Persela Lamongan Hadapi Putaran Ketiga dengan Jadwal Tandang Lebih Padat
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Persela Lamongan dipastikan harus menjalani lebih banyak pertandingan tandang pada putaran ketiga Championship musim 2025/2026. Kondisi ini tak terlepas dari posisi akhir Laskar Joko Tingkir pada klasemen putaran kedua.
Kompetisi Championship musim ini menerapkan format tiga putaran. Tim yang finis di lima besar klasemen putaran kedua berhak memperoleh lima pertandingan kandang pada fase ketiga. Sementara tim yang berada di posisi keenam ke bawah hanya mendapat empat laga kandang.
Persela yang kini diasuh Bima Sakti harus puas mengakhiri putaran kedua di peringkat keenam Grup 2 dengan raihan 26 poin. Posisi tersebut sudah tidak mungkin berubah karena terpaut empat angka dari Kendal Tornado FC di urutan kelima yang mengoleksi 30 poin. Di sisi lain, Persiku Kudus yang berada di peringkat ketujuh masih tertinggal jauh dengan 15 poin.
Dengan finis di posisi enam, Persela dijadwalkan melakoni empat laga kandang pada putaran ketiga, masing-masing menghadapi tim peringkat 2, 3, 8, dan 10. Sementara lima pertandingan lainnya harus dijalani di kandang lawan, yakni melawan tim peringkat 1, 4, 5, 7, dan 9.
Menanggapi kondisi tersebut, pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menegaskan bahwa komposisi jadwal kandang dan tandang bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Ia menilai kesiapan tim jauh lebih penting dibandingkan jumlah laga home maupun away.
“Kami tidak terlalu memikirkan soal empat kali main kandang atau lima kali tandang. Yang terpenting adalah kesiapan tim,” ujar Bima Sakti, Rabu (8/1/2026).
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah meningkatkan kualitas permainan tim agar mampu tampil konsisten di putaran ketiga. Baik dari segi taktik maupun mental, Persela terus melakukan pembenahan demi menjaga peluang bersaing di papan atas.
Saat ini, tim kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut masih memiliki satu laga tersisa di putaran kedua. Persela dijadwalkan bertandang ke markas Persipal Palu pada Sabtu mendatang, yang sekaligus menjadi penutup fase kedua kompetisi.
Editor : Abdul Wakhid