Kapal Terbalik di Laut Jawa, Empat Nelayan Lamongan Diselamatkan Kapal Kargo
PACIRAN, iNewsLamongan.id - Empat nelayan asal Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami kecelakaan laut setelah kapal motor yang mereka tumpangi terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di perairan Laut Jawa, Minggu (18/1/2026) pagi.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal motor Cipta Karya yang dinakhodai Fatkul Munir bersama tiga anak buah kapal (ABK) dilaporkan terbalik dan tenggelam saat sedang menebar alat tangkap di tengah laut.
Peristiwa nahas ini bermula ketika keempat nelayan tersebut memutuskan kembali melaut sekitar pukul 04.00 WIB, setelah lebih dari dua pekan tidak melaut akibat cuaca buruk. Namun, saat berada di perairan terbuka, gelombang besar tiba-tiba datang dan menghantam kapal hingga kehilangan keseimbangan.
Dalam kondisi panik, keempat nelayan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jerigen serta alat apung seadanya. Mereka terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih dua jam.
Beruntung, sebuah kapal kargo bernama Tal Star yang hendak menuju dermaga PT Dok Pantai Lamongan melihat lambaian tangan para korban. Kru kapal kargo tersebut kemudian melakukan evakuasi dan membawa keempat nelayan ke daratan dalam kondisi selamat.
Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan, Ma’mun Murod, menyampaikan rasa prihatin sekaligus apresiasi atas aksi cepat pihak kapal kargo dan PT Dok Pantai Lamongan.
“Kami menyampaikan rasa iba atas musibah yang dialami para nelayan, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada kru Kapal Tal Star dan PT Dok Pantai Lamongan yang telah sigap melakukan penyelamatan. Berkat respons cepat tersebut, nyawa keempat nelayan bisa diselamatkan,” ujar Ma’mun Murod pada wartawan Minggu malam (18/1/2026).
Saat ini, keempat nelayan tersebut telah kembali ke rumah masing-masing di Desa Weru dalam kondisi sehat. HNSI Lamongan kembali mengingatkan para nelayan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor keselamatan sebelum melaut, mengingat kondisi cuaca yang masih berubah-ubah dan berpotensi membahayakan.
Editor : Abdul Wakhid