LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Sebanyak 94 waduk dan embung di Kabupaten Lamongan akan direvitalisasi sepanjang 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi musim kemarau.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi Lamongan, Saikhu, mengatakan program tersebut terdiri atas 45 paket pengerukan waduk dan rawa, 20 paket pembangunan embung baru, 27 paket rehabilitasi embung, serta dua paket peninggian tanggul.
"Totalnya ada 94 kegiatan, terdiri dari 45 paket pengerukan waduk maupun rawa, 20 paket pembangunan embung, 27 paket rehabilitasi embung, dan dua paket peninggian tanggul," ujar Saikhu, Selasa (30/6/2026).
Revitalisasi dilakukan di sejumlah kecamatan, antara lain Karanggeneng, Sekaran, Modo, Tikung, Babat, Solokuro, Sukorame, Sambeng, Brondong, Mantup, Maduran, Karangbinangun, Kedungpring, Sarirejo, Sukodadi, Sugio, hingga Bluluk.
Menurut Saikhu, besaran anggaran di setiap lokasi berbeda-beda karena disesuaikan dengan volume dan jenis pekerjaan. Pendanaan berasal dari APBD Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah pusat.
Salah satu proyek prioritas adalah pengerukan Waduk Gondang yang kini memasuki tahap persiapan. Proses pengerukan akan menggunakan dredger, yakni kapal khusus yang dilengkapi peralatan untuk mengeruk endapan di dasar perairan sehingga kapasitas waduk dapat kembali optimal.
"Pengerukan Waduk Gondang sudah memasuki tahap persiapan dengan pemasangan sarana untuk menjangkau bagian tengah waduk. Pengerukan dilakukan menggunakan dredger," kata Saikhu.
Selain mengatasi sedimentasi, pembangunan dan rehabilitasi embung ditujukan untuk meningkatkan cadangan air guna memenuhi kebutuhan irigasi pertanian sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan saat musim kemarau.
Sementara itu, peninggian tanggul dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengairan dan mengurangi risiko luapan air di sejumlah wilayah.
Saikhu berharap revitalisasi waduk, rawa, dan embung mampu mengembalikan fungsi infrastruktur sumber daya air yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi maupun kerusakan. Dengan demikian, pasokan air bagi lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat dapat kembali optimal.
Editor : Abdul Wakhid
Artikel Terkait
