Heboh Kain Mirip Bendera Israel di Rumah Warga Made Lamongan, Babinsa Turun Tangan
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Kain menyerupai bendera Israel yang dipasang di sebuah rumah warga Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan setelah ramai beredar di media sosial. Pemerintah desa bersama Babinsa setempat akhirnya menurunkan kain tersebut untuk meredam keresahan warga dan menjaga situasi tetap kondusif.
Penurunan kain dilakukan oleh Sekretaris Desa Made, Khabbib Yaumiddin, bersama Penjabat (Pj) Kepala Desa Made, Suryo, dan Babinsa Desa Made, Nurhadi. Selain menurunkan kain, mereka juga membersihkan coretan di sekitar lokasi yang turut menarik perhatian masyarakat.
Khabbib menjelaskan, kain yang menjadi perbincangan tersebut bukan bendera resmi, melainkan kain yang digambar sendiri oleh pemilik rumah menggunakan cat. Bentuk dan warnanya menyerupai bendera Israel sehingga memicu perhatian warga, terutama setelah keberadaannya viral di media sosial.
"Ini kita melaksanakan penurunan bendera karena sudah ramai dan mungkin sudah viral di media sosial. Jadi kita bersama Pak Pj Kades Made dan Babinsa Desa Made menurunkan bendera tersebut agar tidak meresahkan lagi," ujar Khabbib.
Menurut Khabbib, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga pernah menurunkan kain tersebut saat menggelar kerja bakti sekaligus membersihkan halaman rumah yang bersangkutan.
Namun, kain serupa kembali dipasang. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, pemilik rumah diketahui tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Pemilik rumah juga disebut lebih sering mengekspresikan diri melalui tulisan maupun coretan.
Khabbib menambahkan, selama ini pemilik rumah tidak pernah dilaporkan mengamuk atau menyerang warga. Oleh karena itu, pemerintah desa memilih pendekatan persuasif dengan menurunkan kain tersebut agar persoalan tidak berkembang menjadi keresahan yang lebih luas.
"Kalau mengamuk tidak pernah. Orangnya lebih cenderung diam dan menyampaikan lewat tulisan-tulisan," katanya.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Made, Suryo, mengatakan penurunan kain dilakukan setelah pemasangannya ramai diperbincangkan di media sosial. Pemerintah desa bersama Babinsa, sekretaris desa, dan warga setempat kemudian mengambil langkah untuk melepas kain tersebut.
"Sesuai dengan yang viral di media sosial, pemasangan bendera negara tertentu hari ini kita lepas bersama Pak Babinsa, Pak Sekdes, dan disaksikan warga setempat," ujar Suryo.
Suryo berharap kain serupa tidak kembali dipasang sehingga kondisi lingkungan Desa Made tetap aman dan kondusif. Pemerintah desa juga mengimbau agar persoalan tersebut tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
"Harapan kami ke depan tidak terpasang lagi, agar suasana atau situasi menjadi kondusif. Saya kira itu," katanya.
Pemerintah desa menegaskan, penurunan kain dan pembersihan coretan dilakukan untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan masyarakat. Setelah kain diturunkan, pemerintah desa berharap aktivitas warga kembali berjalan normal tanpa keresahan akibat persoalan tersebut.
Editor: Abdul Wakhid