Gasak Uang Penunggu Pasien RSUD Soegiri, Terduga Pelaku Wanita Kini Diburu Polisi
LAMONGAN, iNewsLamongan.id - Rekaman kamera CCTV memperlihatkan seorang perempuan diduga mengambil uang dari tas milik penunggu pasien di area RSUD Dr Soegiri Lamongan. Aksi tersebut terjadi saat sejumlah penunggu pasien sedang beristirahat di selasar rumah sakit.
Peristiwa dugaan pencurian itu terjadi di selasar depan ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr Soegiri Lamongan, Senin (21/9/2026) malam.
Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian serba hitam berada di sekitar lokasi. Perempuan tersebut kemudian berjalan mendekati tas milik salah seorang penunggu pasien yang berada di samping korban.
Perempuan itu tampak memeriksa isi tas dan mengambil sesuatu dari dalam tas sebelum meninggalkan lokasi.
Informasi yang beredar menyebutkan uang tunai yang diduga hilang mencapai Rp2,5 juta. Namun, jumlah kerugian tersebut masih berdasarkan informasi awal dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr Soegiri Lamongan, Laili Indayati, membenarkan adanya laporan dugaan pencurian tersebut.
"Terkait kasus dugaan pencurian tersebut, sudah kami tindak lanjuti dan dilaporkan ke Polres Lamongan," kata Laili melalui pesan singkat, Selasa (22/9/2026) siang.
Terpisah, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid membenarkan pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan pencurian di area rumah sakit.
"Benar kami dari Polres Lamongan telah menerima laporan dari masyarakat dugaan terjadinya tindak pidana pencurian yang terjadi di sebuah tempat di dalam area rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan," ujar Hamzaid.
Menurut Hamzaid, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan pencurian tersebut, termasuk menelusuri informasi dan rekaman yang berkaitan dengan kejadian.
"Saat ini kami lakukan proses penyelidikan," katanya.
Polisi belum menyampaikan identitas terduga pelaku maupun memastikan jumlah uang yang dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.
Editor: Abdul Wakhid